LAPORAN PRAKTIKUM LUBANG RESAPAN BIOPORI
Hari/
tanggal : Rabu, 4 Desember 2012
Waktu : 13.00 s/d selesai
Tempat
: Kampus Jurusan Kesehatan Lingkungan
Judul
: Lubang resapan biopori
Tujuan
: Untuk mengetahui cara membuat lubang resapan biopori
A. Tinjauan Pustaka
Air adalah salah satu bagian terpenting didalam
kehidupan kita, saat ini sumber air terbesar yang dimanfaatkan oleh manusia
berasal dari air tanah. Di daerah perkotaan, air tanah sudah berkurang hal ini
disebabkan oleh semakin sempitnya lahan terbuka yang berfungsi sebagai
peresapan air hujan, banyak lahan produktif beralih fungsi menjadi perumahan,
ruko dll. Dengan berkurangnya peresapan maka air hujan langsung mengalir
kesungai yang selanjutnya menuju ke laut.
Merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga
kelestarian sumber air, langkah nyata kita (sekecil apapun) guna mengembalikan
air hujan menjadi air tanah harus segera kita lakukan seperti membuat sumur
resapan atau membuat biopori di sekitar rumah kita.
Untuk membuat sumur resapan dibutuhkan
lahan yang agak luas dengan ukuran lebar 1m kedalaman 2 – 3m, mungkin hal ini
salah satu kendala apabila kita yang berada diperkotaan ingin membuat sumur
resapan karena ketersediaan lahan terbuka di pemukiman perkotaan sangat minim. Berbeda
dengan lubang resapan biopori yang tidak membutuhkan lahan yang luas sekitar 30
cm² berkedalaman 80 – 100 cm, dengan biaya yang murah kita dapat membuatnya
dengan leluasa di sekitar rumah kita.
Biopori merupakan suatu lubang dengan diameter ± 3”
berkedalaman antara 80 – 100 cm yang berguna untuk lubang resapan air hujan,
biopori juga bisa difungsikan sebagai lubang kompos dari bahan sampah daun
kering, maupun sampah basah. Biaya pembuatannya sangat murah sehingga beberapa
daerah khususnya diperkotaan sudah menerapkan sistem resapan menggunakan
biopori
B. Alat dan Bahan
1. Alat
·
Bor tanah
·
Linggis
·
Pengaduk semen
·
Ember
2. Bahan
·
Daun kering
·
Kotoran hewan
·
Semen
·
Pasir
C. Prosedur Kerja
1. Buat lubang
silindris ke dalam tanah dengan diameter 10 cm, kedalaman sekitar 100 cm atau
jangan melampaui kedalaman air tanah pada dasar saluran atau alur yang telah
dibuat. Jarak antara lubang 50–100 cm
2. Mulut lubang
dapat diperkuat dengan adukan semen selebar 2–3 cm, setebal dua (2) cm
disekeliling mulut lubang
3. Segera isi
lubang LRB dengan sampah organik yang berasal dari sisa tanaman yang dihasilkan
dari dedaunan pohon, pangkasan rumput dari halaman atau sampah dapur
4. Sampah
organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang
menyusut karena proses pelapukan
5. Kompos yang
terbentuk dalam lubang dapat diambil padea setiap akhir musim kemarau bersamaan
pemeliharaan lubang.
D. Kesimpulan
Dari praktikum
diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Meningkatkan
daya resapan air
Dengan adanya aktifitas
fauna dalam tanah pada lubang resapan maka akan senantiasa terbentuk dan
terpelihara keberadaannya. Dengan demikian maka terrbentuklah daya tanah untuk
meresap air
2. Mengubah sampah organik
menjadi kompos
Lubang resapan biopori diaktifkan
dengan diberikan isi sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan
energi untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang di
dekomposisi dikenal dengan kompos
3. Memanfaatkan fauna
tanah atau akar tanaman
Lubang resapan biopori
diaktifkan oleh fauna tanah, aktifitas merekalah yang menciptakan rongga-rongga
atau liang-liang yang akan menjadi saluran bagi air untuk masuk ke dalam tanah
4. Dapat mencegah genangan
air dan penyakit
Tanah yang dibuatkan
biopori akan menyerap air, sehingga tidak menimbulkan penyakit malaria, demam
berdarah, dan kaki gajah.
E. Daftar Pustaka
.jpg)