Kamis, 03 Januari 2013

LUBANG RESAPAN BIOPORI


LAPORAN PRAKTIKUM LUBANG RESAPAN BIOPORI

Hari/ tanggal   : Rabu, 4 Desember 2012
Waktu             : 13.00 s/d selesai
Tempat            : Kampus Jurusan Kesehatan Lingkungan
Judul               : Lubang resapan biopori
Tujuan             : Untuk mengetahui cara membuat lubang resapan biopori

      A. Tinjauan Pustaka

Air adalah salah satu bagian terpenting didalam kehidupan kita, saat ini sumber air terbesar yang dimanfaatkan oleh manusia berasal dari air tanah. Di daerah perkotaan, air tanah sudah berkurang hal ini disebabkan oleh semakin sempitnya lahan terbuka yang berfungsi sebagai peresapan air hujan, banyak lahan produktif beralih fungsi menjadi perumahan, ruko dll. Dengan berkurangnya peresapan maka air hujan langsung mengalir kesungai yang selanjutnya menuju ke laut.
Merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kelestarian sumber air, langkah nyata kita (sekecil apapun) guna mengembalikan air hujan menjadi air tanah harus segera kita lakukan seperti membuat sumur resapan atau membuat biopori di sekitar rumah kita.
Untuk membuat sumur resapan dibutuhkan lahan yang agak luas dengan ukuran lebar 1m kedalaman 2 – 3m, mungkin hal ini salah satu kendala apabila kita yang berada diperkotaan ingin membuat sumur resapan karena ketersediaan lahan terbuka di pemukiman perkotaan sangat minim. Berbeda dengan lubang resapan biopori yang tidak membutuhkan lahan yang luas sekitar 30 cm² berkedalaman 80 – 100 cm, dengan biaya yang murah kita dapat membuatnya dengan leluasa di sekitar rumah kita.
Biopori merupakan suatu lubang dengan diameter ± 3” berkedalaman antara 80 – 100 cm yang berguna untuk lubang resapan air hujan, biopori juga bisa difungsikan sebagai lubang kompos dari bahan sampah daun kering, maupun sampah basah. Biaya pembuatannya sangat murah sehingga beberapa daerah khususnya diperkotaan sudah menerapkan sistem resapan menggunakan biopori


      B. Alat dan Bahan

1. Alat
·         Bor tanah
·         Linggis
·         Pengaduk semen
·         Ember
            2. Bahan
·         Daun kering
·         Kotoran hewan
·         Semen
·         Pasir

      C. Prosedur Kerja

1. Buat lubang silindris ke dalam tanah dengan diameter 10 cm, kedalaman sekitar 100 cm atau jangan melampaui kedalaman air tanah pada dasar saluran atau alur yang telah dibuat. Jarak antara lubang 50–100 cm
2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan adukan semen selebar 2–3 cm, setebal dua (2) cm disekeliling mulut lubang
3. Segera isi lubang LRB dengan sampah organik yang berasal dari sisa tanaman yang dihasilkan dari dedaunan pohon, pangkasan rumput dari halaman atau sampah dapur
4. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang menyusut karena proses pelapukan
5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil padea setiap akhir musim kemarau bersamaan pemeliharaan lubang.


      D. Kesimpulan

Dari praktikum diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
            1. Meningkatkan daya resapan air
Dengan adanya aktifitas fauna dalam tanah pada lubang resapan maka akan senantiasa terbentuk dan terpelihara keberadaannya. Dengan demikian maka terrbentuklah daya tanah untuk meresap air
2. Mengubah sampah organik menjadi kompos
Lubang resapan biopori diaktifkan dengan diberikan isi sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan energi untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang di dekomposisi dikenal dengan kompos
3. Memanfaatkan fauna tanah atau akar tanaman
Lubang resapan biopori diaktifkan oleh fauna tanah, aktifitas merekalah yang menciptakan rongga-rongga atau liang-liang yang akan menjadi saluran bagi air untuk masuk ke dalam tanah
4. Dapat mencegah genangan air dan penyakit
Tanah yang dibuatkan biopori akan menyerap air, sehingga tidak menimbulkan penyakit malaria, demam berdarah, dan kaki gajah.

E. Daftar Pustaka

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar